Senin, 02 Januari 2012



Dampak Jejaring Sosial Bagi Perkembangan Anak Dan Remaja[1]


Ours Breakfast . . .
Internet sekarang menjadi “makanan pokok” bagi sebagian besar masyarakat di dunia. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan IPTEK yang semakin pesat tiap hari bahkan tiap jamnya. Salah satu produk internet yang digemari adalah situs jejaring sosial (Friendster, Facebook, Twitter) dan pembuatan web pribadi (blog) yang seakan-akan “meracuni” masyarakat khususnya para anak-anak dan remaja sejauh ini.
Koneksi internet di Indonesia yang tidak stabil dengan kecepatan konektivitas yang masih tergolong rendah saja sudah cukup membuat beberapa orang tidak dapat meninggalkan kursi komputer dan terus memandangi layar komputer mereka, baik itu sekadar mengakses situs jejaring sosial atau browsing. Anda bisa bayangkan, apa yang mungkin dihadapi oleh negara yang memiliki infrastruktur yang memungkinkan konektivitas internet yang cepat dan stabil serta fanatisme permainan game online yang tinggi? 

Ours Lunch . . .
Perkembangan dunia teknologi, khususnya teknologi informasi sangatlah cepat. Perkembangan yang sedemikian hebatnya itu tak mungkin terbendung lagi sehingga dapat dan bisa menyentuh ke tangan siapapun, tak terkecuali anak-anak dan para remaja kita saat ini. Kita tidak mungkin mengurung anak di rumah dengan menyediakan berbagai fasilitas agar tak tergerus oleh dampak negatif teknologi tersebut. Adalah salah jika kita melarang anak untuk berkenalan dengan teknologi internet, karena bagaimanapun anak butuh bergaul dengan dunia luar melalui teknologi. Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter adalah produk-produk teknologi yang kini sedang digemari banyak kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Dengan layanan ini, kita dapat berkomunikasi dengan teman lama, memperluas jaringan pertemanan, ataupun cuma sekadar ingin mengetahui keadaan/status teman atau kerabat.
Di sinilah pentingnya peranan semua pihak baik orang tua, institusi pendidikan, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi anak, remaja dan muridnya, khususnya bagi yang masih di bawah umur, untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang memadai dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini dan untuk ke depannya. Kita seharusnya memberikan edukasi kepada anak tentang bagaimana menyikapi perkembangan teknologi yang sangat cepat untuk digunakan semaksimal mungkin untuk kegiatan yang positif.

  •   DAMPAK POSITIF JEJARING SOSIAL
1.      Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.
2.      Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial, anak menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar di antaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.
3.      Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
4.      Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka yang berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.

  •   DAMPAK NEGATIF JEJARING SOSIAL
1.      Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk-beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahasa tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.
2.      Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.
3.      Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
4.      Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru dikenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.

Ours Dinner . . .
Dunia maya adalah sebuah terobosan terbesar dalam sejarah umat manusia yang diharapkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemajuan IPTEK. Penggunaan produk internet ditujukan untuk meningkatkan wawasan serta membangun sebuah jaringan sosial yang terpisah ruang dan waktu agar lebih efektif dan efisien. Kita sebagai generasi muda janganlah menyalahgunakan produk ini untuk hal yang tidak penting bahkan merugikan generasi muda. Gunakanlah IPTEK sebagai media untuk membangun kreativitas, menuangkan ide dan pendapat serta memajukan bangsa Indonesia.

Mathur Thank u Agan-agan no Afgan. . .



[1] Tema diskusi mingguan LG, Tuesday 3 January 2012.